getting close to your data…

Entries Tagged as 'Teaching Statistics'

Ilmu peluang untuk hidup sehari-hari

February 16th, 2016 · No Comments

Kejadiannya belum lama.  Pertemuan pertama kelas Teori Statistika.  Seperti biasa, ada semacam kontrak perkuliahan yang perlu disepakati antara mahasiswa dan dosen, dan salah satunya adalah toleransi keterlambatan.  Saya buka saja opsinya, dan menyerahkan mahasiswa untuk menentukan.

Di luar dugaan saya, tidak kurang dari 40% mahasiswa tidak dapat menyebutkan berapa menit maksimum toleransi, dan memilih opsi tidak ada batasan waktu terlambat, yang berarti kapanpun masuk, silakan.

Dalam aturan formalnya, IPB hanya memperbolehkan mahasiswa ikut ujian hanya jika mereka hadir setidaknya dalam 80% pertemuan.  Bahasa yang sering saya dengar dari mahasiwa adalah mereka dapat jatah 20% bolos kuliah.

Ketika menentukan batas toleransi keterlambatan, mestinya mereka gunakan ilmu peluang yang sudah mereka peroleh semester lalu.  Saya senang sekali kalau seandainya mereka bisa menghitung suatu nilai yang mencerminkan berapa menit waktu keterlambatan sehingga peluang mereka terlambat lebih dari nilai itu adalah 20% atau 0.2.  Bukankah mereka sudah ratusan kali pergi dari tempat tinggal ke ruang kuliah selama ini?  Bukankah seharusnya di benak mereka tergambar histogram distribusi data waktu perjalanan tersebut?  Bukankah mestinya dengan cepat mereka dapat menduga secara kasar berapa kuantil-80-nya?

Mudah-mudahan ini jadi pelajaran terbaik bagi para mahasiswa bahwa ilmu peluang tidak sekedar dipelajari di kelas, dinyatakan ke-bisa-annya dalam lembar jawaban ujian, dan ditampilkan kemampuannya dalam bentuk nilai di transkrip.  Ilmu peluang dan distribusi data dapat secara tidak sadar digunakan dalam kehidupan sehari-hari agar lebih mudah membuat berbagai keputusan.  Semoga.

Tags: Teaching Statistics

passion

April 2nd, 2010 · No Comments

Mengajar di kelas bukan hanya menyampaikan isi buku teks kepada mahasiswa.  Kalimat ini berulang kali pernah saya dengar, baik ketika mengikuti workshop-workshop mengenai strategi pembelajaran maupun saat berbincang dengan rekan-rekan pengajar lainnya.  Hal serupa kembali diingatkan oleh tulisan Easterling (2010) di The American Statistician yang saya baca kemarin.

Beliau sangat menekankan perlunya menumbuhkan “passion” pada mahasiswa sehingga selepas dari bangku kuliah pun apa yang kita diskusikan di kelas masih menempel.  Bahkan sangat mungkin gara-gara “passion” tersebut, mereka mampu mengembangkan ke berbagai hal yang lain.  Saya jadi bertanya apakah selama ini saya telah mampu melakukan itu.

Easterling (2010) menyebutkan bahwa salah satu hal penting untuk mampu membuat mahasiswa bergairah belajar statistika adalah adanya “real-life illustration” yang tepat, baik dari sisi konteks kasusnya maupun teknik statistika yang digunakan.  Beliau dengan sangat gamblang menjelaskan bahwa konteks harus mengawali pemilihan dan penggunaan teknik analisis.  Dalam bahasa lain disebutkan bahwa tindakan tergantung pada apa yang dihadapi.  Pada titik ini, dosen dituntut untuk mampu memilih dengan baik ilustrasi yang digunakan.  Tidak sekedar ada data kemudian dibuat histogram, atau dilakukan uji-t, dan sebagainya.  Ilustrasi yang kurang pas akan menyebabkan “passion” mahasiswa tidak muncul dan berujung pada ungkapan: “Oh ya… saya dulu pernah ambil mata kuliah MetStat… sama sekali gak menarik dan membosankan… masih untung dapat C…”

Eiitt… tentu saja “passion” itu juga harus dimiliki dosennya…

Tags: Teaching Statistics